HARIANMEMOKEPRI.COM — Penutupan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) ke-XI tingkat Provinsi Kepulauan Riau berlangsung meriah di halaman Gedung Daerah Tanjungpinang, Rabu (25/6/2025) malam.

Ribuan masyarakat tampak memadati area acara untuk menyaksikan momen penutupan yang diawali dengan penampilan marching band.

Kegiatan ini sekaligus menjadi puncak dari rangkaian STQH yang telah digelar selama beberapa hari terakhir.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan bahwa STQH bukan sekadar ajang kompetisi membaca, menghafal, atau memahami Al-Qur’an dan Hadits.

Lebih dari itu, Nyanyang melanjutkan, STQH adalah upaya bersama untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari.

“STQH adalah perjalanan rohani, sebuah ikhtiar kolektif untuk menghidupkan nilai-nilai ilahiyah. Kita tidak hanya mencari juara, tetapi juga menumbuhkan kecintaan, keimanan, dan kepedulian terhadap warisan agung Islam, yaitu Al-Qur’an dan Hadits,” ungkap Nyanyang.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta bahwa kemenangan sejati bukan hanya diukur dari piala atau piagam, melainkan dari keteguhan hati untuk terus mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad turut mengapresiasi seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaik dalam melantunkan serta menghafal Al-Qur’an selama pelaksanaan STQH XI.

“Saya mengimbau seluruh umat muslim di Kepri agar terus menanamkan rasa cinta kepada Al-Qur’an dan Hadits sejak dini. Dengan begitu, hidup kita di dunia dan akhirat akan selalu diterangi tuntunan ilahi,” pesan Ansar