Baca Juga: Wisata Pantai Indah Tangga 2000 Gorontalo Miliki keindahan Sendiri Cek Info Selengkapnya
“Sebagaimana Rasulullah saw mengkhawatirkan terjadinya kesalahpahaman ketika mereka mengunjungi kubur baik dalam berperilaku maupun dalam berdo’a. Oleh karena itu dibenarkan berziarah kubur orang tua dan juga ke makam orang shalih dan para wali, Selama ziarah itu dapat mengingatkan kita kepada akhirat.”
“Begitu pula ziarah ke makam para ulama-ulama yang ada di bumi melayu ini merupakan sebuah kebaikan yang dianjurkan sebagaimana pendapat Ibnu Hajar al-Haytami dalam kitab ‘al-fatawa al-fiqhiyah al-kubra,” ungkap Ustad Imam Sofyan Santun.
Ustad Imam Sofyan mengatakan dasarnya Jamaah Nahdliyyin dan warga NU sering melakukan berziarah kubur ke Makam para ulama serta Masyayikh yang telah banyak berjasa dalam ilmu agama.
Baca Juga: Kenali Sejarah Museum Tsunami Aceh, Monumen Pengingat Tragedi Bencana 18 Tahun Lalu
“Inilah yang menjadi dasar kami para jama’ah Nahdliyin dan warga NU yang di ada kota batam dengan mementingkan diri berziarah ke maqam para Ulama dan Masyaikh yang suda banyak berjasa menyebarkan kebaikan ilmu agamanya di Kota Batam ini,”lanjutnya.
Ada pun berziarah kubur yang di kunjungi meliputi Ziarah ke Maqbaroh , Mbah Kiai Khambali (Perintis NU Kota Batam),Mbah Awab,Mbah Kyai Rifai ,Mbah Kyai Abdul Qodir,Mbah Kyai Umam,Mbah Kyai Imam Munajat (Sekretaris PCNU Kota Batam)Makam Air Raja Sengkuang KH Nabhan (Rois Syuriah PWNU Kepri).
Ustad Imam Sofyan juga mengajak seluruh Banom Nu yang ada di Kota Batam agar lebih memperhatikan kedepannya keberadaan maqam – maqam para ulama dan Masyayikh yang ada di daerah supaya Kota Batam kedepan selalu terjaga oleh para ulama dan wali-wali allah.

