RELIGI (HMK) — Puasa merupakan bentuk ketaatan kepada Allah Ta’ala. Dalam agama islam, puasa menjadi ibadah wajib yang harus dilakukan.
Puasa mengajarkan sifat amanah dan menumbuhkan perasaan diawasi oleh Allah dalam keadaan sepi maupun banyak orang.
Puasa adalah ibadah yang memiliki banyak sekali manfaat bagi jasmani maupun rohani.
Sebagaimana disebutkan dalam kitab fiqih yang fenomenal, yaitu Fiqih Islam wa Adillatuhu yang ditulis oleh Prof. Wahbah Az Zuhaili, berikut inilah faidah dan manfaat yang akan didapatkan oleh orang-orang yang mmelaksanakan ibadah puasa.
Baca Juga: Ajaran Rasulullah Mengenai Islam yang Baik
Dengan puasa seseorang mendapat keridhaan Allah, berhak masuk surga melalui pintu yang khusus disediakan bagi orang-orang yang berpuasa, yang disebut dengan pintu ar-Rayyan.
Puasa dapat mengekang keinginan untuk maksiat, sehingga orang yang berpuasa akan menjauhkan dirinya dari azab Allah Ta’ala akibat maksiat-maksiat yang kadang ia lakukan.
Puasa merupakan penghapus dosa dari tahun ke tahun.
Puasa merupakan training center terbesar bagi akhlak. Dengan puasa, seorang mukmin melatih diri melawan hawa nafsu dan dorongan-dorongan setan yang terkadang menggodanya.
Puasa menguatkan kemauan, mengasah tekad, dan memupuk kesabaran. Puasa juga membantu menjernihkan pikiran serta hingga mudah mengeluarkan ide-ide yang brilian
Baca Juga: Menghargai Orang Lain Dalam Kisah Nabi Musa.
Puasa mengajarkan keteraturan dan kedisiplinan. Orang yang berpuasa untuk makan dan minum pada waktu yang sudah ditentukan.
Puasa menciptakan rasa persatuan di antara kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia. Mereka semua berpuasa dan berbuka pada waktu yang sama, yaitu mulai waktu imsak/shubuh hingga maghrib.
Puasa menumbuhkan rasa kasih sayang dan persaudaraan, menciptakan rasa solidari-tas dan ikatan saling menolong satu sama lain. Tercermin dalam kegiatan bagi-bagi takjil, bagi-bagi rejeki, meningkatnya intensitas sedekah saat bulan dan lain sebagainya.
Baca Juga: Regulasi Pemanfaatan Borobudur dan Prambanan sebagai Destinasi Religi
Puasa juga memiliki manfaat luar biasa untuk jasmani orang yang berpuasa, yaitu memperbarui sel-sel tubuhnya, membuang sel-sel yang sudah rusak, mengistirahatkan lambung dan alat pencernaan karena tidak dipakai untuk mencerna makanan.
Puasa memberi diet bagi tubuh, menghancurkan limbah buruk yang mengendap dan makanan-makanan yang tidak tercerna di dalam tubuh.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah ï·º, “”Berpuasalah, niscaya kalian sehat” (HR. Ibnu Sinni)
Puasa merupakan bentuk jihad melawan nafsu untuk membersihkannya dari kkotoran duniawi, serta menurunkan gelora syahwat yang buruk.
Baca Juga: Patung Yesus Tertinggi di Dunia
Puasa dapat menenangkan dorongan nafsu jahat, menurunkan gejolaknya dalam hal-hal tidak berguna yang berhubungan dengan seluruh organ tubuh, seperti mata, lidah, telinga, dan kemaluan.
Dengan puasa, gerak semua organ tubuh akan melemah. Karena itu, ada pepatah begini, “jika nafsu lapar, semua organ akan kenyang. Tapi jika nafsu kenyang, semua organ akan lapar.
Puasa menumbuhkan rasa kasih sayang kepada orang-orang miskin. Dengan merasakan penderitaan akibat lapar selama beberapa waktu, seseorang akan teringat kepada orang lain yang sering menderita kelaparan.
Puasa adalah amal yang sangat utama, tapi paling berat bagi nafsu. Allah telah memuji puasa dalam sebuah ayat,
“Sungguh, laki-laki dan perempuan Muslim,… … …. … … laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki- laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa… ….” (QS. al-Ahzaab: 35)

