“Sementara untuk Majelis Taklim, biasanya kami mengundang ustadz atau penggerak lokal secara khusus untuk memberikan tausiah atau pengajian kepada masyarakat,” tambahnya.
Pemerintah Desa Resun berharap melalui kegiatan ini, para remaja dapat diarahkan pada kegiatan positif, tidak hanya dalam penguasaan bacaan dan seni membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami maknanya dengan baik.
“Seperti yang kita ketahui bersama, perkembangan zaman dan teknologi saat ini cukup mempengaruhi para remaja. Maka dari itu, kegiatan ini dibentuk agar mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap bersaing di ajang-ajang keagamaan seperti MTQH dan STQH,” pungkas Nawan.

