HARIANMEMOKEPRI.COM — Rukun iman memiliki 6 pilar keimanan yang wajib di yakini oleh seluruh umat Islam. 

Sebagaimana yang telah tertulis di dalam surat Al Baqarah 285 yang artinya

“Rasul telah beriman kepada Alquran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian juga orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasulnya-Nya,” (Al-Baqarah: 285).

Baca Juga: Kunjungan Kerja Ke Sabang NAD, Pangkoarmada I: Kita Memberikan Perhatian Secara Seimbang

Lalu apa saja 6 rukun iman beserta penjelasannya 

Pengertian dan dalil tentang rukun Iman adalah meyakini dalam hati, mengamalkan dengan perbuatan, dan mengucapkannya dengan lisan.

Baca Juga: 7 Keutamaan Dalam Membaca Shalawat Nabi Muhammad SAW, Apa saja ? Berikut Penjelasannya

Sedangkan rukun iman artinya pilar-pilar yang menyangga iman seorang muslim. Mereka juga meyakini bahwa Nabi dan Rasul adalah utusan Allah SWT yang menyampaikan kabar kepada manusia di bumi. 

Beberapa ulama menyimpulkan bahwa rukun iman berjumlah enam dengan berlandaskan pada hadis berikut.

Baca Juga: 7 Keutamaan Dalam Membaca Shalawat Nabi Muhammad SAW, Apa saja ? Berikut Penjelasannya

فأخبرني عن الإيمان قال أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره وشره

Artinya: “Maka kabarkan padaku tentang iman, Rasulullah bersabda: Iman adalah bahwa kamu beriman kepada Allah dan malaikat-Nya, segala kitab-Nya, dan Rasul-Nya dan hari akhirat serta kamu beriman dengan qadar baik dan buruk.” (H.R. Imam Muslim).

Baca Juga: Misi Balas Dendam Persebaya Surabaya Kala Hadapi PSM Makassar Besok Pada Lanjutan BRI Liga 1

1. Iman kepada Allah SWT

Rukun iman yang pertama, ada iman kepada Allah SWT. Dalam rukun iman pertama ini, Umat Muslim diminta untuk percaya dan mengimani bahwa satu-satunya Tuhan yang patut disembah hanya Allah SWT.

Baca Juga: 4 Daya Tarik Wisata Ocarina Batam, Apa Sajakah itu?

Umat muslim juga diminta percaya dan mengimani bahwa Allah SWT yang telah menciptakan seluruh alam semesta dan segala isinya. 

“Beriman lah kamu kepada Allah dan malaikat-Nya dan kitab-kitab-Nya dan utusan-utusan-Nya dan hari kiamat dan iman lah kamu pada kepastian Allah dalam baik dan buruknya,” (Hadis Imam Nawawi dalam Arbain).

Baca Juga: Timnas Wanita Indonesia Kontra Arab Saudi Imbang 1-1,Rudy Eka Priyambada: Kami akan fokus di laga kedua

Iman kepada Allah SWT bisa terwujud dalam 4 perkara berikut:

Iman kepada keberadaan (wujud) Allah SWT

Iman bahwa Allah SWT adalah Tuhan yang tiada sekutu bagi-Nya

Iman dengan Uluhiyyah Allah SWT

Iman dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah SWT. 

Baca Juga: Berikut Fakta Terkini Nagita Slavina Pakai Hijab Cantik Anggun

2. Iman kepada malaikat

Selanjutnya, Umat Muslim diminta untuk mengimani malaikat Allah SWT. Malaikat sendiri diciptakan Allah SWT dari cahaya. 

Di mana, dari sekian banyaknya jumlah malaikat yang diciptakan, kita diminta untuk mengetahui 10 malaikat, yakni Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Munkar, Nakir, Raqib, Atid, Malik, dan Ridwan.

Baca Juga: Sekda Batam Jefridin Hamid Sambut Kedatangan Deputi Sistem Nasional RI

3. Iman kepada kitab-kitab Allah SWT

Allah SWT menurunkan kitab-kitab suci kepada Nabi dan Rasul untuk membimbing umat-umatnya. 

Bagi muslim, kita diwajibkan untuk mengimani setiap ayat dalam Al-Qur’an. Lewat Al-Qur’an, kita mengetahui dasar-dasar dalam berperilaku di dunia sebaik-baiknya sebagai seorang muslim. 

Baca Juga: Terima Kunjungan IPERINDO, DPRD Kota Batam Dorong Pelatihan Khusus Welder

4. Iman kepada Nabi dan Rasul

Beberapa ulama menyimpulkan bahwa rukun iman berjumlah enam dengan berlandaskan pada hadis berikut.

فأخبرني عن الإيمان قال أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره وشره

Baca Juga: Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto Tampung Aspirasi Masyarakat Bengkong Indah, Diantaranya Penerangan Jalan

Artinya: “Maka kabarkan padaku tentang iman, Rasulullah bersabda: Iman adalah bahwa kamu beriman kepada Allah dan malaikat-Nya, segala kitab-Nya, dan Rasul-Nya dan hari akhirat serta kamu beriman dengan qadar baik dan buruk.” (H.R. Imam Muslim)

Berbeda dengan Nabi, wahyu yang diberi Allah SWT kepada Rasul-Nya diperintahkan untuk disebarkan kepada umat. Oleh karenanya, tidak semua Nabi adalah Rasul, tapi semua Rasul sudah otomatis adalah seorang Nabi. 

Baca Juga: 5 Trik Psikologi Agar Orang Suka dengan Kita, Simak Selengkapnya

5. Iman kepada hari akhir (kiamat)

Pada hari itu, seluruh amal kebaikan dan keburukan akan dihisab dan ditimbang dengan seadil-adilnya. Jika amalan baikmu lebih berat dari amalan burukmu, maka hadiah surga akan menanti. Namun jika sebaliknya, maka ganjaran neraka lah yang akan diberikan. 

Baca Juga: Satpolair Polres Bintan Berikan Pelatihan Bintara Remaja Cara Evakuasi Korban di Laut

Peristiwa hari akhir atau kiamat tersebut terjadi dalam dua macam, yaitu kiamat sughro atau kiamat kecil dan kiamat kubro atau besar. Kiamat sughro yang kini sudah sering terjadi misalnya gempa bumi, gunung meletus, banjir, dan lain sebagainya. 

6. Iman Qada dan Qadar (Takdir).

Baca Juga: Ini Penjelasan Hotman Paris Ketika Dirinya di Usir Dari Persidangan Irjen Teddy Minahasa

Rukun iman dalam Islam yang terakhir, Allah SWT memerintahkan Umat Muslim untuk mengimani takdir baik (qada) dan takdir buruk (qadar). Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah, qadar dalam bahasa diartikan sebagai takdir. Sedangkan, qada adalah hukum atau ketetapan.***