Dalam pidatonya, ia menyebut langkah itu sebagai dukungan untuk memperkuat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Dengan munculnya gelombang penolakan dari berbagai daerah, termasuk Anambas, langkah politik Budi Arie kini menjadi sorotan dan memunculkan pertanyaan publik soal arah baru hubungan Projo – Gerindra di era pemerintahan Prabowo–Gibran.

