Menurutnya, menjadi bagian dari Gerindra tidak cukup hanya berangkat dari latar belakang dukungan terhadap figur tertentu.

“Yang terpenting adalah loyalitas tanpa syarat terhadap partai. Kalau niat masuk Gerindra hanya untuk berada di lingkaran kekuasaan, saya kira itu perlu dievaluasi,” ujarnya.

Meski demikian, Linda tetap mengakui kontribusi relawan Projo pada Pemilu 2024.

“Sekecil apa pun kontribusinya, kami tidak melupakan bahwa Budi Arie pernah berjuang membantu kemenangan Prabowo–Gibran,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua OKK (Bappilu) Gerindra Anambas, Muh. Nasrul Arsyad, menegaskan bahwa Gerindra memiliki garis perjuangan yang jelas dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Kami ingin memastikan bahwa siapa pun yang masuk ke Gerindra bukan karena momentum politik, tapi karena komitmen jangka panjang terhadap cita-cita perjuangan partai,” tegasnya.

Seperti diketahui, isu bergabungnya Budi Arie mencuat setelah ia menyampaikan hal tersebut saat membuka Kongres III Projo di Jakarta, Sabtu (1/11/2025).