HARIANMEMOKEPRI.COM — KPU Tanjungpinang telah resmi umumkan ratusan Daftar Calon Tetap (DCT) peserta Pemilu 2024 mendatang.

Sebanyak 423 Daftar Calon Tetap anggota DPRD Kota Tanjungpinang yang dikeluarkan KPU Tanjungpinang dari hasil 18 Partai Politik dalam mengusulkan para calon legislatifnya.

Baca Juga: Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo Tanam Pohon Secara Serentak Dalam Rakor Pembinaan SDM Dan PNS Polri

Muhammad Faizal Ketua KPU Tanjungpinang mengatakan dari 423 caleg yang ditetapkan, tidak ada pengurangan data Bacaleg yang masuk DCS untuk ditetapkan menjadi DCT dari 18 Partai Politik yang telah mengajukan perwakilan calegnya.

Baca Juga: Temuan Pengguna Kartu Brizzi Tidak Sesuai Dengan Plat Kendaraan, Hasan Akan Tindak Lanjut Bersama Pertamina

“Alhamdulillah kemarin siang kami sudah melaksanakan pleno, dan sudah kita tetapkan. Sehingga hari ini kita umumkan melalui media masa,” kata Faizal di Kantor KPU Tanjungpinang, Sabtu (4/2023).

Namun, Faizal menuturkan ada partai yang mengajukan pergantian caleg, tapi menurutnya tidak ada perubahan pada jumlah DCT.

Baca Juga: Wilayah Kecamatan Tanjunpinang Kota Terdapat 55 TPS Dan 1 TPS Rawan Pada Pemilu Mendatang

“Kemarin ada sekitar 10 caleg yang diajukan partainya untuk melakukan pergantian caleg,” ujarnya.

423 Daftar Calon Tetap diumumkan itu, terdiri 263 laki-laki dan 160 orang perempuan. Jika dipersentasikan, calon keterwakilan perempuan mencapai 37,8 persen.

Baca Juga: Gubernur Kepri Bersama Pj Walikota Tanjungpinang Berikan Bantuan Pangan Beras Kepada Ribuan Penerima Manfaat

“Sehingga rata-rata parpol itu sudah memenuhi kuota keterwakilan perempuan yakni 30 persen,” jelasnya.

Faizal mengaku bahwa keikutsertaan kaum milenial yang terjun ke dunia politik pada Pemilu 2024 cukup banyak, hal ini tentu akan menambah semarak politik di tahun mendatang.

Baca Juga: Simbol Semangka Palestina Makin Populer Di Media Sosial, Ini Dia Sejarah Singkatnya

Tak hanya itu, dari sisi kualitas pendidikan juga, Faizal menuturkan terjadi peningkatan dibandingkan dengan tahun 2019 lalu, artinya pada pemilu tahun ini keikutsertaan pada tingkat sarjana keatas lebih banyak.

Baca Juga: Hindari Miskomunikasi Sepanjang Pemilu 2024, Tik Tok Larang Iklan Politik Hingga Terapkan Aturan Khusus

“Kita berharap dengan naiknya kualitas pendidikan ini, berbanding lurus dengan kualitas kepemimpinan nanti setelah menjabat,” pungkasnya.