Ia menambahkan, tidak boleh ada diskriminasi dalam akses pendidikan, baik berdasarkan agama, fisik, suku, bahasa, ekonomi, jenis kelamin, maupun domisili.
“Pendidikan adalah hak asasi dan hak sipil yang melekat dalam diri setiap insan, baik sebagai pribadi maupun sebagai warga negara,” tegasnya.
Lis juga menyinggung komitmen Presiden Prabowo dalam pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, sebagai bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan.
“Sebagaimana tercantum dalam Asta Cita keempat Presiden Prabowo, pendidikan menjadi kunci dalam membangun manusia Indonesia yang tangguh, adil, dan makmur,” katanya.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama serta pemberian penghargaan kepada guru-guru berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam dunia pendidikan.

