Meski Firaun menolak memberikan kesempatan hidup kepada si bayi, namun Asiah binti Muzahin terus merayu Firaun untuk mengizinkan anak laki-laki itu menjadi anak angkat mereka.
Kala itu di seantreo Mesir tidak ada yang beriman, kecuali Asiah binti Muzahim, Hizqil (seorang keluarga Firaun), dan seorang laki-laki yang memperingatkan Musa. Di kemudian hari, setelah ditinggalkan Nabi Musa yang biasanya tinggal di istana Firaun, Asiah binti Muzahim masih menyembah Allah secara sembunyi-sembunyi.
Baca Juga: Kisah Teladan Zunairah Budak Abu Jahal, Tetap Yakin Akan Iman Islamnya Meski Disiksa Majikannya
Saat Firaun menyiksa Siti Masyithah yang keimanannya pada Allah telah diketahui Firaun, Asiah binti Muzahim berdiri memperhatikan dari pojok istana. Dengan jelas, ia melihat para malaikat naik ke langit membawa ruh Masyithah. Tatkala Allah menghendaki kebaikan istri Hizqil itu, Asiah semakin bertambah yakin dan beriman kepada Allah.
Tatkala Asiah binti Muzahim memperhatikan Masyitah, Firaun datang menyampaikan apa yang telah dilakukannya kepada istri Hizqil tersebut. Mendengar hal itu, kekesalan Asiah binti Muzahim pun tak lagi terbendung. Dengan lantang, ia berkata pada Firaun, “Celakalah engkau, wahai Firaun. Alangkah beraninya engkau kepada Allah”.

