HARIANMEMOKEPRI.COM — Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalur Pantura Kota Pekalongan.

Seorang pelajar SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan, berinisial VF, meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat insiden dengan truk tronton di depan SPBU Baros, Jalan Dr. Setiabudi, Pekalongan Timur, Rabu (3/12/2025).

Peristiwa ini menyebar luas di media sosial dan memicu gelombang keprihatinan publik.

Banyak warga menilai kecelakaan yang melibatkan truk besar di kawasan tersebut terus berulang tanpa penanganan tegas.

“Kejadian seperti ini bukan yang pertama. Sudah sering terjadi. Sampai kapan dibiarkan? Mau berapa korban lagi?” ujar Udin, warga Sapuro, dengan nada kesal.

Udin mengaku harus melintasi Pantura setiap hari karena pekerjaan, dan kerap merasa cemas saat berhadapan dengan truk berukuran besar di jalanan yang kondisinya bergelombang.

“Yang paling menakutkan kalau truk banyak dan jalan tidak rata. Truk sumbu tiga memang seharusnya tidak lewat pusat kota,” tambahnya.

Keluhan senada datang dari Rochma, warga Kabupaten Pekalongan yang setiap hari melintas menuju Batang.

“Kondisi jalan Pantura sudah rusak parah. Sering kejeglong, motor sampai rusak shockbreaker-nya. Kalau ramai, ngeri sekali bertemu truk-truk besar,” ujarnya.

Sebenarnya, pembatasan operasional truk sumbu tiga sudah diatur melalui Surat Dirjen Perhubungan Darat Nomor AJ.903/1/17/DRJD/2025 tertanggal 18 Juli 2025.

Pemerintah juga memberikan diskon tarif tol hingga 20 persen untuk mendorong kendaraan besar menggunakan jalur bebas hambatan.

Namun, kecelakaan yang tetap terjadi membuat masyarakat mempertanyakan efektivitas aturan tersebut di lapangan.

Menanggapi kejadian ini, Anggota DPR RI dari PKS, Rizal Bawazier, menyuarakan desakan agar penegakan hukum diperketat.

“Sampai berapa nyawa lagi harus hilang sebelum sanksi dijalankan?” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa rambu pembatasan truk berat telah terpasang di sejumlah titik di Kabupaten Batang dan Pemalang, sehingga tidak ada alasan untuk tidak menindak pelanggar.

“Sosialisasi sudah cukup. Sekarang saatnya penegakan sanksi,” tegasnya.

Insiden tragis ini menambah daftar panjang kecelakaan di jalur Pantura yang melibatkan kendaraan berat.

Warga berharap langkah nyata segera dilakukan agar keamanan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, semakin terjamin.