“Untuk para pelaku seni kuda kepang Alhamdulillah kebanyakan para kawula muda yang mana mereka merelakan masa mudanya terlewati dengan tidak hura – hura akan tetapi mempertahankan seni budaya bangsanya,” tambahnnya.

Sementara Orin Awalia (18) seorang pemain kuda kepang asal Desa Sodong Basari mengaku, jika dirinya banyak menghabiskan waktunya, untuk mengikuti pagelaran kuda kepang atau kuda lumping di beberapa tempat.

“Belum punya pacar karena sibuk berkesenian, saya bersama teman teman seusia banyak menghabiskan waktu untuk berlatih dan main kuda kepang,” katanya penuh semangat

Pantauan media di lokasi, ratusan warga memadati acara pagelaran tersebut, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga orang dewasa. Mereka antusias menyaksikan pertunjukan kesenian tradisional tersebut.

Selain Kuda Kepang, ada juga penampilan kesenian tradisional lainnya. Seperti Sintren, Lenggeran, Barongan, Janturan dan Laisan masal. Acara juga dimeriahkan oleh pentas musik campursari.