Sementara itu, salah satu pedagang korban kebakaran, Abu Khaeri (60), mengaku mengalami kerugian besar akibat musibah tersebut. Ia menyebut seluruh barang dagangannya tidak tersisa sedikit pun.

“Saya rugi sekitar seratus juta rupiah, satu lembar pakaian pun tidak bisa diselamatkan. Saya berharap lapak kami bisa segera dibangun kembali supaya bisa berjualan lagi. Ini satu-satunya sumber penghidupan kami,” ujarnya lirih.

Ia juga menambahkan bahwa para pedagang korban kebakaran telah mendapat undangan dari Dinas Koperasi dan Perindustrian (Diskoperindag) Kabupaten Pemalang untuk membahas tindak lanjut pascakebakaran tersebut.