Warga binaan dipandang sebagai individu yang sedang belajar dan berproses menuju perbaikan diri.

Sejalan dengan itu, Kepala Bidang Pembinaan Lapas Cipinang, Iwan Setiawan, menyatakan bahwa kegiatan keagamaan seperti Tabligh Akbar menjadi bagian penting dalam membangun ketenangan batin dan kesiapan mental warga binaan, khususnya menjelang Ramadhan.

“Pembinaan rohani kami rancang sebagai ruang pemulihan. Ketika batin tenang dan kesadaran tumbuh, proses pembinaan lain baik kepribadian maupun kemandirian akan berjalan lebih efektif,” jelas Iwan.

Tabligh Akbar ini menghadirkan Ustadz Jufri Rustandi (AA Jufri) sebagai penceramah.

Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah memaknai Isra Mi’raj sebagai pengingat utama tentang pentingnya shalat, kesabaran, dan pengendalian diri sebagai bekal menghadapi kehidupan, termasuk dalam menyongsong Bulan Suci Ramadhan.

“Ramadhan adalah madrasah jiwa. Jika shalat dijaga, sabar dilatih, dan hawa nafsu dikendalikan, maka perubahan itu nyata bukan hanya selama Ramadhan, tetapi setelahnya,” pesan Ustadz Jufri.