Dengan penemuan ini, jumlah korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan menjadi 24 jiwa, sementara 2 orang masih belum ditemukan.
Tim terus memantau titik-titik rawan longsor tambahan untuk mengantisipasi bencana susulan dan berkoordinasi dengan BPBD dilakukan untuk memperbarui peta risiko wilayah terdampak.
Tim kesehatan gabungan memberikan layanan medis kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk dukungan psikologis bagi keluarga korban.
Dantim SRU 1 Lanal Tegal yaitu Danposal Pekalongan Kota, Lettu Mar Anjar mewakili Danlanal Tegal, menyampaikan bahwa seluruh tim akan terus bekerja keras hingga semua korban ditemukan.
“Kami tidak akan berhenti sampai memastikan semua korban ditemukan dan masyarakat terdampak mendapat bantuan maksimal,” tegasnya.

