HARIANMEMOKEPRI.COM – Dua hari pasca musibah kebakaran yang melanda ratusan kios pakaian dan sejumlah toko di Kompleks Pasar Pagi Pemalang, petugas pemadam kebakaran masih terus melakukan upaya pendinginan.
Hingga Kamis (25/12/2025), sejumlah titik api dilaporkan masih muncul di beberapa lokasi, terutama di toko yang menjual bahan bangunan mudah terbakar seperti cat dan terpentin.
Petugas Pemadam Kebakaran dari Pos Induk Pemalang kembali melakukan penyisiran setelah menerima laporan adanya api yang kembali menyala di salah satu toko material bangunan.
“Kami menerima laporan dari pemilik toko besi Yogyakarta bahwa masih ada titik api yang menyala. Hari ini kami lakukan penyisiran dan pendinginan agar api benar-benar padam dan tidak kembali menyala,” ujar Darmanto, petugas Damkar Pos Induk Pemalang, Kamis (25/12/2025).
Sementara itu, salah satu pemilik toko, Ricky Wijaya (40), mengungkapkan bahwa sebagian bangunan dan seluruh isi tokonya ludes terbakar. Ia memperkirakan total kerugian mencapai sekitar Rp1 miliar.
“Kerugian yang kami alami sekitar satu miliar rupiah, sebagian besar berupa cat dan bahan bangunan lainnya. Di bagian belakang toko juga masih ada titik api sehingga kami langsung menghubungi petugas pemadam,” ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat melanda ratusan lapak pedagang pakaian serta sejumlah ruko di Kompleks Pasar Pagi Pemalang pada Selasa malam (23/12/2025).
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang, namun dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik.
Peristiwa tersebut mengakibatkan ratusan lapak pedagang hangus terbakar. Mayoritas lapak yang terdampak menjual pakaian, sepatu, dan sandal, dengan total kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

