“Kami secara resmi memulai operasi darurat hidrometeorologi kekeringan sejak 1 Juli 2026. Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga Oktober dengan puncak kekeringan pada Agustus dan September,” jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD Kabupaten Pemalang terus mengerahkan armada truk tangki yang bekerja sama dengan PMI dan Perumda Air Minum (PDAM).

Distribusi dilakukan hingga ke wilayah-wilayah terpencil agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi.

“Setiap hari kami mengerahkan armada truk tangki dan berkoordinasi dengan pemerintah desa agar distribusi tepat sasaran. Kami ingin memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah puncak musim kemarau,” kata Agus.

Selain permukiman warga, distribusi air bersih juga menyasar fasilitas umum seperti sekolah dan pondok pesantren.

Bantuan tersebut disambut antusias masyarakat yang mengandalkan pasokan air dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

BPBD bersama PMI, Baznas, PDAM, serta para relawan berkomitmen terus mengintensifkan distribusi air bersih hingga musim kemarau berakhir sebagai bentuk sinergi dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan.