Harga kapal buatan mereka bervariasi tergantung desain, ukuran, dan spesifikasi kecepatan.

“Ada yang seharga Rp5 juta, Rp7 juta, sampai Rp10 juta, tergantung kompleksitas dan speknya,” jelas Hudri.

Kegiatan komunitas seperti “mabar” (main bareng) di sejumlah lokasi di Batam kerap menyedot perhatian warga.

Banyak orang berdatangan untuk menyaksikan, bertanya-tanya soal harga hingga proses pembuatan, bahkan tak jarang langsung memesan atau bergabung sebagai anggota baru melalui media sosial mereka.

“Kami memang penggiat hobi, tapi juga menerima pesanan kapal sesuai permintaan. Untuk mesin biasanya kami beli online, lalu dirakit dan disesuaikan sendiri di rumah,” tambah Hudri.

Hudri berharap kegiatan ini tidak hanya memperkuat komunitas, tetapi juga menjadi pintu masuk berkembangnya ekonomi kreatif di Batam, khususnya di bidang kerajinan model kapal RC.