HMK, JAKARTA — Kemenangan menjadi juara Piala Dunia 2022 diraih Argentina di tengah carut-marut perekonomiannya dengan jumlah utang tinggi.
Deni Ridwan, Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengatakan “Selamat kepada Argentina yang memenangkan piala dunia melalui adu penalti.
Argentina bukan hanya jago mencetak gol, tapi juga mencetak utang,” kata Deni sembari tertawa dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @kangd3ni, dikutip Selasa (20/2022).
Deni kemudian membandingkan level utang Indonesia dengan Argentina.
Mengutip data Dana Moneter Internasional (IMF), rasio utang Argentina pada 2021 mencapai 80,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Utang Argentina pada 2020 jauh lebih besar dari ukuran ekonominya sendiri.
Pada saat yang sama, Argentina mulai menerima dana bailout dari IMF senilai US$ 50 miliar untuk menyelamatkan perekonomian.
Bahkan dalam tiga tahun beruntun sejak 2002-2004, rasio utang di negara Amerika Latin itu konsisten di atas 100% PDB.
Bagaimana dengan Indonesia?
Deni mengklaim pengelolaan utang Indonesia lebih baik dibandingkan Argentina, di mana rasio utang 40,7% dari PDB pada 2021.
Jadi sebetulnya dalam hal pengelolaan utang, Indonesia lebih baik dibandingkan dengan Argentina karena kita tidak pernah default, tidak pernah gagal bayar,” kata Deni.











