HARIANMEMOKEPRI.COM — Warung diduga menjual miras di Kota Gresik kompak digerebek warga pada Kamis (12/2023) malam.

Keberadaan warung miras ini membuat marah warga Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.

Pasalnya, selain warung miras, mereka juga mempekerjakan empat pramusaji yang diduga menari erotis untuk menarik pelanggan.

 “Ini mengkhawatirkan karena warung berjualan miras dan menggangu warga lain karena suara dag dig dug,” ujar Nur Hadi tokoh masyarakat Desa Lasem seperti dikutip dari Jatimnetwork.com.

Selain bising di malam hari kata Nur Hadi, warung ini juga membuat tidak nyaman warga, karena mereka melayani pengunjung dengan pakaian yang tidak sopan dan diduga sambil menari erotis.

“Ini mengkhawatirkan karena warung berjualan miras dan menggangu warga lain karena suara dag dig dug,” ujar Nur Hadi.

Sementara Kades Lasem, Khoiri, mengaku sudah memberikan teguran secara surat dan langsung sebelum digerebek warga.

Bahkan menurut Kades, pihak Satpol PP Kecamatan Sedayu dan TNI-Polri sudah mendatangi warung miras tersebut. Namun anehnya masih tetap buka.

“Sehingga warga marah. Kami atas nama pemerintah desa didesak warga desa karena memang meresahkan, saat dioperasi kecamatan juga masih nekat jualan. Kalua begini jangan salahkan warga,” ungkap kepala desa Lasem di media pada (13/2023).

Khoiri menyampaikan kepada pemilik warung tetap membolehkan buka warung lagi tetapi tidak diperkenankan menjual miras dan menyediakan pramusaji yang berpakaian tidak sopan apalagi menari erotis untuk menarik pelanggan.

Jika masih tetap dilakukan maka warga pasti akan bergerak lagi untuk menggrebek.

“Itu yang menjawab masyarakat,” tuturnya.

Sementara kapolsek Sidayu sendiri AKP Khairul Alam mengiyakan bahwa memang beberapa waktu lalu anggotanya telah melakukan pembubaran bersama TNI dan Satpol PP.

“Kemarin sudah dibubarkan gabungan dengan Satpol PP,” ucapnya.

Seorang warga yang bernama Mega mengomentari dengan memberi semangat kepada para pemuda,

“Untuk pemuda dan pemerintah Desa Lasem semangat memberantas warung-warung upruk.”

Sedangkan seorang warga lain merespek dengan kalimat, “ Gresik Berhias Iman warkop pangku berkeliaran sidayu, Duduk Sampean, Cerme, Karangkereng, Gresik Kota wajib umat bersihkan!.”

Hampir semua warga tentu tidak menyukai kehadiran warung yang memberikan dampak negative dan meresahkan warga terutama warga kota Gresik.