Tanjungpinang – Terkait dengan rencana relokasi pedagang pasar oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang mundur dua hari dari waktu yang sudah ditetapkan disejalankan dengan empat tahun kepemimpinan Syahrul – Rahma, Rahma -Endang.
Perlu diketahui bahwa rencananya, bertepatan dengan empat tahun pemerintahan, Walikota Rahma akan menjadi pilihan waktu untuk meresmikan pasar sementara yang disiapkan pemko Tanjungpinang pada tanggal 21 September mendatang di belakang Kantor Disdukcapil Km 7.Namun karena ada beberapa komponen yang harus di maksimalkan pada relokasi pasar tentunya mengakibatkan mundur dua hari menjadi tanggal 23 September 2022.
Hal itu diungkapkan Rahma usai membuka pelatihan pengelolaan usaha Homestay/Pondok Wisata dan Pelatihan Tata Kelola Bisnis dan pemasaran daya tarik wisata di Hotel Nite and Day Laguna Jalan Bintan Tanjungpinang, ia mengatakan kenapa mundur dua hari karena dirinya menginginkan keamanan, kebersihan, kenyamanan menjadi prioritas yang di maksimalkan.
“Sebenarnya kan hari ini sudah harus pindah, tapi karena permintaan tadi agak mundur dua hari, insyaallah tanggal 23 September nanti Go Ahead,” ucap Rahma, Selasa ( 20/09 ).
Rahma menegaskan bahwa faktor keamanan menjadi salah satu prioritas utama yang harus diberikan karena mengingat beberapa faktor pendukung para pedagang sebagian harus di tinggalkan seperti timbangan.
“Karena tidak mungkin pedagang saya tiap hari bawa pulang timbangan, bayangkan kalau misalnya pedagang tiap hari bawa pulang timbangan itu paling vital. Tentu ada kebutuhan pendukung bagi mereka yang berjualan serta barang dagangannya harus di tinggalkan kan tidak mungkin setiap hari mereka bolak-balik mikul barang dagangan. Selanjutnya kami juga tambahkan pembatas agar tidak terjadi perselisihan maka Pemerintah hadirkan sesuatu yang memang sudah menjadi kebutuhan utama pedagang,” ujar Rahma.











