Nasional

Peringatan Hari Bhayangkara 77, Presiden Jokowi Tekankan Jangan Ada Persepsi Tajam Ke Bawah Tumpul Ke Atas

40
×

Peringatan Hari Bhayangkara 77, Presiden Jokowi Tekankan Jangan Ada Persepsi Tajam Ke Bawah Tumpul Ke Atas

Sebarkan artikel ini
Presiden Republik Indonesia Jokowi

HARIANMEMOKEPRI.COM  — Kepolisian Republik Indonesia menggelar peringatan Hari Bhayangkara 77 di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (01/2023).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pada peringatan Hari Bhayangkara 77 ini, bertindak sebagai inspektur upacara yakni Presiden Jokowi dan di hadiri Wakil Presiden, Kapolri, Panglima TNI serta kepala Lembaga, serta Menteri Kabinet Indonesia Maju. Tema yang diusung pada Hari Bhayangkara 77 adalah Polri Presisi Untuk Negeri Pemilu Damai Menuju Indonesia Maju. 

BACA JUGA  Proyek LRT di Jakarta Roboh, Korbannya Ada 5 Orang

Baca Juga: BMKG Memprediksi Prakiraan Cuaca di Provinsi Kepulauan Riau Pada Malam Hingga Dinihari Berawan

Presiden Jokowi dalam amanatnya mengatakan saat ini kepercayaan publik terhadap Polri sudah naik dari 60% menjadi di atas 70% ini perkembangan baik tapi masih harus terus ditingkatkan diri melakukan reformasi reformasi di segala lini keluarga Bhayangkara

“Semua program pemerintah butuh dukungan Polri sehingga saya perlu tekankan kewenangan Polri itu besar kekuatan ini harus digunakan secara benar jangan ada yang disalahgunakan jangan ada lagi persepsi hanya tajam kebawah tapi tumpul ke atas. Masyarakat membutuhkan rasa keadilan masyarakat membutuhkan rasa untuk diayomi saya minta Polri jangan abaikan ini Polri harus mampu memberikan kepastian perlindungan masyarakat,” jelas Presiden Jokowi dihadapan seluruh personel Polri.

BACA JUGA  Sebanyak 659 Jiwa Di Kelurahan Kampung Bugis Dan Senggarang Terima Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah Tahap II

Baca Juga: Walikota Batam Muhammad Rudi: Selamat Hari Bhayangkara 77 Semoga Semakin Jaya Selalu

Presiden Jokowi melanjutkan tantangan Polri ke depan memang semakin berat tidak semakin ringan harus dikawal peta penanganan isu-isu harus cepat, program prioritas nasional dan pembangunan ibukota nusantara harus dikawal secara serius.

“Dengan semangat kesatuan dan sinergitas tidak boleh lagi ada blok. Kualitas SDM sistem promosi harus diperbaiki sistem pengawasan harus dipercepat. Jadilah Bhayangkara sejati yang mengabdi tanpa henti kepada masyarakat bangsa dan negara untuk kemajuan Indonesia,” ungkap Presiden Jokowi. 

BACA JUGA  WOW ... Di Lingga, Kakek 51 Tahun Cabuli Anak 7 Tahun

Baca Juga: Usai Cuti Bersama Idul Adha 1444 H, Wakil Walikota Tanjungpinang Endang Abdullah Minta ASN Masuk Tepat Waktu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Kaki angka 7 dan 9 terbuat dari bentuk yang sama, membentuk dua tangan menyatu sebagai simbol persatuan masyarakat Indonesia, walaupun memiliki pendapat yang berbeda-beda. Sementara, dua gelombang dengan arah yang sama di atas dan di bawah merepresentasikan tujuan Indonesia untuk desentralisasi dan memeratakan pembangunan demi mencapai kesetaraan.