Pengesahan RUU PPRT Perlu Kolaborasi Bersama

Avatar of Aida Syafitri

- Redaktur

Rabu, 21 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga (tengah)  menjelaskan Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-94 di Bengkulu

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga (tengah) menjelaskan Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-94 di Bengkulu

HMK, JAKARTA  — Pengesahan RUU dianggap mampu memberi perlindungan komprehensif kepada kelompok yang dinilai memiliki urgensi banyaknya penyiksaan pekerja rumah tangga (PRT) baik PRT migran maupun di dalam negeri.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan, pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) menjadi UU perlu kerja kolaborasi semua pihak.

Adapun RUU ini dinilai memiliki urgensi disahkan menyusul banyaknya penyiksaan pekerja rumah tangga (PRT) baik PRT migran maupun di dalam negeri.

Pengesahan RUU dianggap mampu memberi perlindungan komprehensif kepada kelompok itu.

“Ketika kita bicara perjuangan satu regulasi UU ini kita tidak bisa bekerja substansi saja, kerja politik akan menjadi penting.

Ini perlu kerja-kerja kolaboratif kita bersama,” kata Bintang dalam konferensi pers Peringatan Hari Ibu ke-94 Tahun 2022 di Bengkulu, Selasa (20/2022).

Bintang mengungkapkan, RUU PPRT yang membahas soal pekerja memang dimandatkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Sementara Kementerian PPPA dimandatkan untuk RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak.

Kendati begitu, pihaknya mengaku siap untuk membantu jika dibutuhkan.

“Ini perlu kerja-kerja kolaboratif kita bersama, mudah-mudahan apa yang menjadi harapan, dan juga harapan para ART di seantero nusantara ini, itu betul-betul kita dapat wujudkan bersama,” ucap Bintang.

Lebih lanjut, Bintang mengaku prihatin dengan salah satu kasus kekerasan terhadap PRT yang baru-baru ini terjadi.

Menurutnya, kekerasan yang terjadi di daerah Simprug, Jakarta Selatan, itu betul-betul tidak manusiawi. PRT tersebut kerap disiksa dan disiram air panas.

Ia pun dipukuli dan dipaksa memakan kotoran anjing milik majikan.


“Saya datang sendiri juga ke rumah sakit Polri, memang kalau kita melihat kronologisnya itu betul-betul tidak manusiawi.

Mudah-mudahan berkaca dengan isu-isu yang menimpa pada ART ini bisa menjadi perhatian yang serius untuk kita semua,” ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, seorang asisten rumah tangga berinisial SK (23), asal Pemalang, Jawa Tengah, mengalami penyiksaan berat karena ketahuan mencuri pakaian dalam.

Penyiksaan dilakukan oleh delapan orang, yakni pasangan suami istri yang merupakan majikannya, anak dari majikan tersebut, serta lima asisten rumah tangga (ART) lainnya.

Kasubdit Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Ratna Quratul Aini menuturkan, SK dirawat di rumah sakit di Pemalang akibat parahnya luka akibat penyiksaan.

“Kasus ini bisa terungkap lantaran jajaran Polda Metro Jaya menerima informasi yang didapat oleh Polres Pemalang,” kata Ratna kepada TribunJakarta.com.

Awalnya, ART berinisial SK tersebut ketahuan mencuri pakaian dalam majikan perempuannya pada September silam.

Setelah kejadian itu, majikannya menyiksa SK dan memaksa orang lain di dalam rumah untuk ikut serta.

SK diborgol dan disiram air panas oleh majikannya. Tubuhnya pun penuh luka dan kedua kaki serta tangannya melepuh.

SK sampai harus dirawat di rumah sakit karena parahnya luka akibat penyiksaan beramai-ramai itu. (kompascom)

 

Editor : Aida

Berita Terkait

Ungkap Mafia Tanah Rp16,8 Miliar, Kapolresta Tanjungpinang Terima Penghargaan Pin Emas
Danrem 151 Binaiya Ajak Masyarakat Maluku Perkuat Sinergi Jaga Keamanan
Ombudsman Dorong DPRD Tanimbar Percepat Perbaikan Layanan Publik dan Sertifikasi Sekolah
Presiden Prabowo Lantik Dua Menteri Kabinet Merah Putih, Erick Thohir Menjabat Menpora
Wawasan Hukum Nusantara Desak Presiden Ganti Wamenaker Usai OTT KPK
Warga Mandiri Lapas Cipinang Hadirkan Ruang Belajar dan Berkarya bagi Warga Binaan
Batik Karya Warga Binaan Lapas Cipinang Laris di IPPAFest 2025, Menteri Agus Andrianto Ikut Borong
PORSENAP Lapas Cipinang Meriahkan HUT ke-80 RI

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 18:35 WIB

Ungkap Mafia Tanah Rp16,8 Miliar, Kapolresta Tanjungpinang Terima Penghargaan Pin Emas

Sabtu, 8 November 2025 - 13:44 WIB

Danrem 151 Binaiya Ajak Masyarakat Maluku Perkuat Sinergi Jaga Keamanan

Sabtu, 8 November 2025 - 13:33 WIB

Ombudsman Dorong DPRD Tanimbar Percepat Perbaikan Layanan Publik dan Sertifikasi Sekolah

Rabu, 17 September 2025 - 18:46 WIB

Presiden Prabowo Lantik Dua Menteri Kabinet Merah Putih, Erick Thohir Menjabat Menpora

Rabu, 27 Agustus 2025 - 16:52 WIB

Wawasan Hukum Nusantara Desak Presiden Ganti Wamenaker Usai OTT KPK

Berita Terbaru