HARIANMEMOKEPRI.COM — Peristiwa mengejutkan satu unit kapal bernama MV Dumai Line 9 secara tak sengaja menabrak hutan bakau dan kandas di perairan Anak Ayam Kecamatan Tebing Tinggi Timur Kabupaten Meranti Provinsi Riau, Minggu (12/2023).
Diketahui kapal MV Dumai Line 9 berlayar dari Tanjung Balai Karimun Kepulauan Riau menuju Selat Panjang Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau.
Namun secara tiba-tiba kapal MV Dumai Line 9 tidak terkendali sehingga menabrak hutan bakau.
Baca Juga: BTS V Menyumbangkan Donasi Bagi Korban Gempa Turki dan Suriah
Peristiwa ini telah terekam video amatir dari masyarakat dan penumpang MV Dumai Line 9 serta beredar beberapa akun media sosial.
Video itu direkam oleh penumpang yang berada di dalam kapal dan menunjukkan sebagian ujung kapal menyusup ke semak belukar magrove di tepi laut.
Akibat dari kandasnya kapal Ferry MV Dumai Line 9 ini tidak ada korban jiwa, namun penyebabnya belum bisa ketahui secara pasti hingga kini.
Baca Juga: Penipuan dengan Modus Mencatut Nama Pejabat, Kali Ini Dialami Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad
Seorang penumpang kapal yang berhasil dihubungi melalui membenarkan kejadian itu. Dirinya baru menyadari ketika kapal menabrak hutan bakau setelah terbangun dari tidurnya.
“Iya benar, tapi saya tak mengetahui pasti bagaimana awalnya kapal bisa terjadi kecelakaan menabrak ke hutan bakau,” ungkap penumpang tersebut.
Sementara itu petugas Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Selatpanjang, Helmi Nofikri ketika membenarkan hal sama. Kapal Ferry MV Dumai Line 9 yang kecelakaan datang dari Tanjung Balai Karimun, akan menuju ke Selatpanjang.
Baca Juga: Pergi Ke Singapura Naik Sampan Sampai 1 Minggu, Begini Kisah Warga Desa Linau Kabupaten Lingga
“Kejadiannya memang benar, cuma saya belum bisa memberikan statement lebih. Karena belum tahu pasti penyebabnya,” ungkapnya.
Helmi menambahkan kondisi kapal saat ini baik-baik saja, dan semua penumpang dalam keadaan selamat.
“Tidak ada korban jiwa, dan kondisi kapal baik-baik saja. Posisi kapal hanya kandas dan tidak merusak lambung kapal, karena daerah di sana kondisinya berlumpur,” jelas Helmi Nofikri.

