HarianMemoKepri.com, Nasional – Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengaku akhir-akhir ini sulit tidur nyenyak. Penyebabnya adalah karena Indonesia masih rutin mengimpor beras, termasuk yang dilakukan oleh Bulog sendiri.

Pria yang akrab disapa Buwas tersebut memang tidak pernah meminta izin impor beras kepada pemerintah. Beras impor milik Bulog yang datang pada tahun ini adalah hasil keputusan rapat koordinasi yang disetujui dirut Bulog yang lama, Djarot Kusumayakti.

“Saat ini saya tidak bisa tidur nyenyak ya karena apa ya karena Mendag impor-impor itu (beras). Kadang kala saya sampai pening-pening, saya tanya apa betul produksi kita kurang,” ungkap Buwas usai meresmikan Politeknik Pertanian di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/9).

Menjawab keraguan terhadap produksi beras nasional, Buwas mengaku sempat bertukar pikiran dengan para ahli beras. Bahkan, dia juga mendatangkan perwakilan Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kepolisian. Hasilnya, pada saat musim kemarau seperti sekarang, produksi beras nasional bisa digenjot hingga 12 juta ton. Sedangkan di musim normal, angka produksi beras bisa mencapai 16 juta ton.

“Semua yang hitung bukan orang bodoh (tapi) orang-orang yang mengerti analisisnya. Juga semalam (ada) dari BIN, dari Kepolisian hadir semua untuk menganalisa seperti apa sih kondisi,” ujarnya.

Dari hasil diskusinya dengan para ahli perberasan tersebut, Buwas optimistis Bulog tak perlu lagi mengimpor beras setidaknya sampai Juli 2019 mendatang. Stok beras Bulog cukup dan tetap rutin menyerap beras yang diproduksi petani. “Saya tidak mau petani kita kerja yang mubazir,” tegas Buwas. (Red/Kumparan)