Ahli bedah pun mengambil lipatan kulit dari lengan kiri MacDonald dan melilitkannya ke pembuluh darah yang dipanen dari bagian tubuh lain. Ia juga membuat dua tabung yang bisa dipompa untuk membuat penis ereksi.
“Mereka bisa membuatkan penis baru untuk saya itu sudah sangat luar biasa. Lalu, mereka mengatakan bisa membuatnya di lengan itu sangat mengejutkan. Tapi, ini kesempatanku untuk hidup normal,” tuturnya.
Bahkan dokter bedah menambahkan sekitar 2 inci untuk ukuran penis barunya sesuai dengan permintaannya. Setelah jadi, MacDonald pun memberi nama penisnya “Jimmy”
Sampai akhirnya, penis baru MacDonald siap dilekatkan di pangkal pahanya pada 2018. Tetapi, Jamin Brahmbhatt, MD, seorang ahli urologi yang berbasis di Orlando, Florida mengatakan prosedur itu membutuhkan waktu panjang.
Jika uretra yang direkonstruksi tidak terhubung dengan benar sesuai uretra lama, MacDonald bisa mengalami masalah buang air kecil.
Masalah apapun yang menghubungkan sarafnya bisa menyebabkan kurangnya sensasi pada penis. Suplai darah yang tidak mencukupi ke jaringan yang direkonstruksi juga bisa membuatnya tidak memiliki penis lagi.
Sementara kaitannya dengan hubungan seksual. MacDonald perlu prosedur tambahan untuk memasang resevoir saline di perutnya dan pompa di skrotumnya yang bisa memicu ereksi.
“Jenis prosedur ini cukup rumit dan memiliki ribuan variabel yang perlu dilakukan dengan baik,” kata Brahmbhatt.
Sumber| Dok.| suara.com

