HARIANMEMOKEPRI.COM – Suasana Rapat Koordinasi Dukungan Manajemen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) 2025 di Hotel Shangri-La Jakarta terasa berbeda.
Di tengah kesibukan forum strategis yang digelar pada 3–6 Agustus 2025 itu, hadir sebuah gerai kopi unik yang mencuri perhatian para peserta 5PM Cafe, hasil karya pembinaan Warga Binaan Lapas Cipinang.
Bukan sekadar gerai biasa, 5PM Cafe menjadi oase yang menyegarkan di tengah padatnya diskusi teknis.
Suasana hangat yang ditawarkan gerai ini menjadi tempat bersantai sekaligus menjalin keakraban antar peserta dari berbagai penjuru Indonesia.
Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, mengungkapkan bahwa kehadiran 5PM Cafe merupakan bentuk nyata keberhasilan program pembinaan di dalam lapas.
“Kami ingin tunjukkan bahwa karya warga binaan tidak hanya untuk di dalam, tetapi juga punya nilai dan daya saing di luar. 5PM Cafe adalah simbol kesiapan mereka kembali ke masyarakat dengan lebih percaya diri dan mandiri,” jelas Wachid, Kamis (7/8/2025).
Respons positif datang dari berbagai pihak. Kepala Kanwil Imigrasi Sumatera Selatan, Guntur Sahat, menyebut kehadiran 5PM Cafe sebagai terobosan kreatif.
“Ini bukan cuma soal kopi. 5PM Cafe jadi ruang rehat yang menyenangkan, memberikan semangat baru di tengah rapat yang padat,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Kanwil Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Tonny Nainggolan. Ia menilai gerai ini menciptakan atmosfer kekeluargaan di tengah kegiatan formal.
“Ini bukti bahwa pembinaan bisa menyatu dengan ritme kerja. Ada nilai kemanusiaan dan kebersamaan yang sangat terasa,” ujarnya.

