HARIANMEMOKEPRI.COM – Sejumlah tokoh masyarakat, aktivis, mantan pejabat daerah, serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Lingga membentuk Gerakan Solidaritas Aksi Masyarakat Lingga.
Gerakan tersebut dibentuk melalui rapat konsolidasi yang digelar di Kelurahan Sungai Lumpur, Dabo Singkep, Senin (21/9/2026).
Puluhan perwakilan masyarakat dari berbagai latar belakang profesi dan wilayah di Kabupaten Lingga turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Pembentukan gerakan ini dilatarbelakangi sejumlah persoalan yang dinilai masih membutuhkan penyelesaian, di antaranya konflik pertanahan, investasi perkebunan sawit, tambang rakyat, distribusi BBM bersubsidi, transparansi anggaran daerah, lapangan kerja, serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Inisiator Gerakan Solidaritas Aksi Masyarakat Lingga, Tengku Nazwar, mengatakan wadah tersebut dibentuk untuk menyatukan berbagai aspirasi masyarakat yang selama ini disampaikan secara terpisah.
Menurut mantan Anggota DPRD Kabupaten Lingga tersebut, gerakan itu tidak dibentuk untuk kepentingan politik maupun kelompok tertentu.
“Gerakan ini lahir dari keresahan yang sama. Banyak persoalan masyarakat yang sudah berlangsung cukup lama tetapi belum mendapatkan penyelesaian yang jelas. Selama ini perjuangan masyarakat berjalan sendiri-sendiri, sehingga kekuatan dan daya dorongnya menjadi lemah,” ujar Tengku Nazwar.
Ia menegaskan, gerakan tersebut akan menjalankan perjuangan secara terbuka dan konstitusional dengan mengedepankan dialog serta mekanisme hukum yang berlaku.

