“Kita ingin perjuangan ini terukur dan terarah. Tidak ada kepentingan pribadi, kelompok, ataupun kepentingan politik. Yang kita perjuangkan adalah kepentingan masyarakat Kabupaten Lingga secara keseluruhan,” tegasnya.
Konflik Lahan PT CSA Jadi Sorotan
Dalam rapat konsolidasi, persoalan lahan masyarakat di wilayah konsesi PT Citra Sugi Aditya (PT CSA) menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian.
Sejumlah peserta rapat menyoroti berbagai persoalan yang menurut mereka masih membutuhkan kepastian penyelesaian, termasuk dugaan penggarapan lahan masyarakat secara sepihak, dugaan penggarapan di luar titik koordinat HGU, persoalan ganti rugi lahan, serta dugaan penggarapan lahan yang telah memiliki sertifikat.
Persoalan kebun sagu masyarakat di Desa Pekaka, Kecamatan Lingga Timur, juga turut dibahas dalam rapat tersebut.
Mantan Bupati Lingga, H. Alias Wello, hadir dalam rapat menilai pembentukan gerakan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap berbagai persoalan yang terjadi di daerah.
Menurutnya, masyarakat tidak sedang mencari konflik, melainkan membutuhkan kepastian dan keadilan atas persoalan yang mereka hadapi.
“Masyarakat Lingga hari ini sedang menghadapi berbagai tekanan ekonomi. Lapangan pekerjaan terbatas, kondisi ekonomi belum membaik, sementara berbagai persoalan yang menyangkut hak-hak masyarakat belum juga mendapatkan penyelesaian,” kata Alias Wello.
Ia juga mengingatkan pemerintah agar tidak menunggu persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar sebelum mengambil langkah penyelesaian.

