Jumardi menyayangkan, sebelum proses perbaikan dilaksanakan oleh pihak kontraktor, kondisi pelabuhan tersebut lebih dahulu dipublikasikan ke media sosial oleh salah satu warga.

“Kami sangat menyayangkan. Semangat mengawasi pembangunan itu bagus, tetapi seharusnya dilakukan dengan cara yang tepat. Apalagi laporan sudah kami sampaikan dan tinggal menunggu pelaksanaan perbaikan,” katanya.

Ia menilai, setiap persoalan di tengah masyarakat sebaiknya terlebih dahulu disampaikan kepada pemangku wilayah, seperti kepala dusun atau kepala desa, agar dapat diselesaikan secara internal.

“Kalau memang tidak ada respons atau tindak lanjut, silakan melakukan kritik atau protes. Tapi jangan langsung mempublikasikan ke media sosial tanpa klarifikasi,” ujarnya.

Menurut Jumardi, masyarakat seharusnya mampu mengapresiasi pembangunan yang manfaatnya langsung dirasakan, sembari tetap melakukan pengawasan secara bijak dan konstruktif.

“Saya tidak berniat membela pemerintah atau dinas terkait. Tapi kita semua menginginkan solusi terbaik. Jangan sampai pembangunan yang tujuannya baik justru dipersepsikan buruk karena narasi yang keliru,” tegasnya.