Karena tidak terlihat secara fisik oleh mata telanjang, kondisi ini memerlukan serangkaian pemeriksaan medis untuk mendiagnosisnya. Pemeriksaan fisik oleh dokter dilakukan dengan menanyakan riwayat medis untuk menilai gejala yang mungkin timbul. Selanjutnya, USG akan dilakukan untuk mengevaluasi keberadaan rahim dan organ reproduksi lainnya.

Jika diperlukan, tim medis dapat melakukan CT scan atau MRI untuk menilai struktur internal dan mengidentifikasi adanya kelainan struktural. Prosedur laparoskopi juga mungkin dilakukan pada beberapa kasus untuk melihat kondisi organ secara langsung.

Meskipun tidak dapat disembuhkan, perawatan yang tepat dapat membantu mengelola sindrom langka ini. Para pemilik sindrom ini dapat mendapatkan dukungan psikologis melalui konseling. Konseling atau terapi sangat bermanfaat untuk membantu wanita beradaptasi dengan kondisinya dan mengontrol emosi yang mungkin tidak stabil.

Pada wanita yang telah menikah, rekonstruksi vagina dapat dilakukan melalui prosedur bedah untuk membentuk vagina, sehingga aktivitas dan fungsi seksual tetap terjaga. Namun, prosedur ini harus berdasarkan rekomendasi dokter. Jika tidak berniat menjalani bedah, ada alat khusus yang dapat digunakan untuk memperluas dan memodifikasi ukuran vagina agar lebih nyaman, yang disebut Dilator Vagina.