“Setiap aktivitas pembangunan atau intervensi lahan seharusnya disertai kajian lingkungan, termasuk dampak terhadap kesehatan. Karena intervensi sudah terjadi, maka langkah yang bisa dilakukan adalah mengurangi dampaknya,” jelas Rustam.
Sebagai upaya penanganan, Dinkes Dalduk dan KB Tanjungpinang bersama pihak kelurahan serta RT/RW setempat akan melakukan tindakan pengendalian jentik (anti larva) di area laguna.
“InsyaAllah besok pagi kami bersama perangkat kelurahan dan RT/RW akan melakukan tindakan anti larva di laguna yang ada,” lanjut Rustam.
Selain itu, Dinkes juga akan menggelar mass blood survey guna mendeteksi warga terinfeksi malaria, baik yang bergejala maupun tanpa gejala, agar segera mendapatkan penanganan dan mencegah penularan lebih luas.
“Mass blood survey akan dilakukan pada Senin dan Selasa, 27–28 April, dengan melibatkan tim laboratorium kesehatan daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kampung Bugis, dr. Raja Lisa Riantuti mengungkapkan bahwa hingga 24 April 2026 tercatat sebanyak 39 kasus malaria di dua wilayah tersebut.

