Ia juga mengunjungi Kutubkhanah Marhum Ahmadi, perpustakaan berisi manuskrip klasik, kitab kuno, dan naskah bersejarah peninggalan para ulama dan pujangga Melayu.

“Setiap kunjungan ke Pulau Penyengat selalu memberi kesan mendalam. Di sini saya bisa menelusuri jejak leluhur dan menemukan kembali nilai-nilai kebijaksanaan yang menjadi akar peradaban Melayu dan Islam di Nusantara,” ungkap Yusril.

Dalam kunjungan ini, Yusril juga mengikuti prosesi adat meminang dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau.

Prosesi ini menjadi rangkaian awal penganugerahan gelar adat Dato’ Sri Indra Narawangsa, yang akan resmi diberikan di Daik, Kabupaten Lingga.

Gubernur Ansar Ahmad menyambut kedatangan Menko Yusril dengan hangat serta menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah dan budaya Melayu.

“Pulau Penyengat adalah pusat tamadun, tempat lahirnya bahasa persatuan kita,” kata Ansar.

Usai menunaikan ziarah di Pulau Penyengat, Yusril melanjutkan perjalanan ke Daik, Kabupaten Lingga, untuk mengunjungi Masjid Sultan Lingga, Makam Sultan Mahmud Riayat Syah, Makam Bukit Cengkeh, dan Museum Linggam Cahaya.