Selain itu, Nyanyang juga menyampaikan bahwa sekitar 90 persen lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kepri telah terserap bekerja di berbagai perusahaan, sebagai bukti keberhasilan pendidikan vokasi dalam menjawab kebutuhan industri.
Sementara itu, sektor investasi terbesar di Kepri saat ini masih didominasi oleh Kota Batam, disusul oleh Kabupaten Bintan dan Tanjungbalai Karimun.
Pemerintah Provinsi berharap agar Kota Tanjungpinang juga dapat mengembangkan potensi investasi untuk membuka lebih banyak lapangan kerja.
“Pemerintah Provinsi akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kota dan kabupaten untuk mewujudkan hal tersebut,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menekankan bahwa wawasan kebangsaan memiliki dua aspek penting, yaitu feel and taste.
“Wawasan kebangsaan merupakan bagaimana penyebaran informasi dapat dikembangkan oleh seluruh elemen masyarakat. Ini mendidik orang untuk cinta tanah air dan membentuk generasi muda menjadi generasi emas bangsa dengan kesantunan dan etika,” jelas Lis.

