“Masyarakat Kepri merupakan masyarakat majemuk dengan berbagai latar belakang. Mayoritas penduduk beragama Islam, sementara urutan kedua adalah Kristen. Meski memiliki keberagaman suku, adat, budaya dan agama, masyarakat tetap hidup berdampingan, saling menghargai serta menjunjung tinggi nilai toleransi,” ujar Nyanyang.

Menurutnya, pembangunan berkelanjutan di Kepri tidak hanya ditopang oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus didukung oleh pembangunan nilai keagamaan, karakter, serta kehidupan sosial masyarakat.

“Bersama seluruh elemen masyarakat lainnya, gereja memiliki peran besar dalam menanamkan nilai kasih, kepedulian, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab serta semangat pelayanan kepada sesama,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus PGIW Kepri atas terselenggaranya sidang wilayah tersebut.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program kerja sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan.