Ia menjelaskan bahwa pengamanan akan difokuskan pada dua tahapan, yakni tahap hulu dan tahap hilir.
Tahap hulu mencakup pengawasan stabilitas bahan pokok, pengamanan rumah ibadah, patroli Ramadan, serta pencegahan kejahatan jalanan.
Sementara tahap hilir difokuskan pada pengamanan lokasi salat Id, rumah kosong yang ditinggal mudik, pelayanan pemudik, hingga pengamanan pusat keramaian dan arus balik.
Sementara itu, Kabinda Kepri Bonar Panjaitan mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi penyebaran paham radikal serta peningkatan pengawasan aktivitas pelayaran guna mencegah terjadinya kecelakaan laut selama masa mudik.
Dukungan terhadap pengamanan juga disampaikan oleh Dankodaeral IV Batam Berkat Widjanarko dan Danrem 033 Wira Pratama Bambang Herqutanto yang menegaskan kesiapan TNI untuk bersinergi dengan Polri dalam menjaga keamanan wilayah selama Operasi Ketupat berlangsung.
Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menekankan pentingnya kesiapan sektor transportasi, khususnya transportasi laut yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan.
Ia juga meminta agar dilakukan pengawasan ketat terhadap kapasitas penumpang kapal serta mengantisipasi potensi panic buying yang dapat menyebabkan kelangkaan bahan pokok di masyarakat.
Melalui rakor lintas sektoral ini, seluruh instansi diharapkan dapat memperkuat koordinasi sehingga pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama Idul Fitri 1447 Hijriah di Provinsi Kepulauan Riau dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif.

