Harianmemokepri.com | Anambas — Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh Indonesia membuat hasil pendapatan dari berbagai kalangan merosot.
Kabupaten Kepulauan Anambas yang saat ini berstatus zona hijau tidak terkecuali juga berdampak merosotnya ekonomi.
Seperti yang dirasakan oleh Kadeni, salah satu penjual es balok di Desa Payalaman, Kecamatan Kute Siantan.
“Memang omset sebelum wabah lebih kurang 4 juta hingga 5 juta perbulan, namun saat ini jauh sekali, 1 juta sampai 2 juta saja per bulan, cuma namanya kita usaha jalani aja, sebagai usaha mikro kecil menengah kebawah ini,” ucap Kadeni kepada awak media, Kamis (10/2020).
Kadeni yang baru menekuni usahanya itu dari bulan Juni 2019 sangat merasakan penurunan pembeli balok es atau pendapatannya selama satu bulan.
pengaruhnya dimana produksi seperti ikan salai atau ikan bakar dan lada garam simbok olahan mayarakat tidak bisa menjual ke luar daerah seperti dahulu.
“Kemungkinan penampung tidak bisa mengambil ikan dengan jumlah yang besar,” ucapnya.
Disisi lain, Kadeni menjelaskan, prosedur kerja selama wabah pandemi masih berjalan seperti biasa. Hanya saja pengurangan balok es dari para nelayan begitu terasa pengaruhnya beberapa waktu belakangan sejak Covid-19.
“Harapan kita bagi pemerintah ada solusi seperti kami usaha mikro kecil menengah ini, yang pasti bisa memberi modal atau solusi supaya membantu perekonomian mayarakat di tengah covid-19,” harapnya.

