“Jembatan ini merupakan jalur yang menghubungkan antara dua wilayah. Akses orang, kendaraan, barang dan sebagainya sangat bergantung dengan jembatan ini. Ketika jembatan ini putus otomatis aktivitas mengalami kendala, maka akan berdampak pula pada ekonomi masyarakat,” kata Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad.
Jembatan Semala sendiri menghubungkan antara Desa Kelarik di Kecamatan Bunguran Utara dengan wilayah Kecamatan Bunguran Batubi di Kabupaten Natuna. Adapun perkiraan total biaya yang perlu disiapkan untuk membangun jembatan ini kembali adalah sebesar Rp 10 miliar.
Baca Juga: Bersama Gubernur Kepri Roby Kurniawan Temui Kepala BNPB RI Bahas Percepatan Pemulihan Infrastruktur
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad yang didampingi Bupati Bintan, Roby Kurniawan, juga membawa usulan rehabilitasi dan rekonstruksi jalan dan jembatan daerah di Bintan. Khususnya rangka percepatan pemulihan infrastruktur yang rusak akibat
bencana banjir.
Usulan tersebut terdiri dari Pengendalian Banjir Pada Badan Jalan (Raise Up) di 4 titik, alignment vertikal, pembangunan akses di beberapa titik, pelebaran jalan, Pemenuhan Standar Keselamatan Berkendara dengan Pelebaran pada titik-titik Rawan Kecelakaan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi Box Culvert, Rehabiltasi dan Rekonstruksi 3 jembatan, penguatan struktur jembatan, dan rehabilitasi beberapa ruas jalan.

