“Kami memastikan langsung kondisi mereka. Alhamdulillah, semua nelayan dalam keadaan sehat dan selamat,” terang Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad
Menurutnya proses hukum di Singapura berjalan dengan baik, dan setelah beberapa kali komunikasi antara KBRI Singapura dan otoritas setempat, keempat nelayan tersebut dibebaskan pada Jumat, 4 Oktober 2024, sekitar pukul 12.40 WIB.
“PCG menyampaikan bahwa nelayan tersebut diizinkan kembali ke Indonesia setelah menandatangani surat peringatan di Kantor Polisi Singapura, dan mereka diantar hingga batas perairan internasional,” lanjutnya.
Kabidhumas Polda Kepri Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad juga menyampaikan bahwa proses ini berjalan lancar berkat koordinasi yang baik antara Polda Kepri, KBRI Singapura, serta Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Batam.
“Memasuki wilayah negara lain tanpa izin dapat berisiko besar, termasuk penahanan seperti yang terjadi dalam kasus ini. Oleh karena itu, penting untuk selalu memperhatikan alat navigasi dan batas negara guna menghindari pelanggaran hukum,” tutup Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad

