HARIANMEMOKEPRI.COM — Prof Dr.-Ing. Ir. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, pada 25 Juni 1936 – 11 September 2019 adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Sebelumnya, B.J. Habibie menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-7

BJ Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo.

Baca Juga: Inilah 6 Ciri-ciri Tubuh Wanita Saat Dalam Kondisi Hamil, Apa Saja ? Yuk Simak selengkapnya

Ayahnya yang berprofesi sebagai ahli pertanian yang berasal dari etnis Gorontalo,sedangkan ibunya berasal dari etnis Jawa.

Dalam pendidikan BJ Habibie belajar tentang keilmuan teknik mesin di Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung (sekarang Institut Teknologi Bandung) pada tahun 1954.

Baca Juga: Provinsi Kepri Terbaik Keempat Se Indonesia Dalam Penggunaan Produk Dalam Negeri

Pada 1955–1965, BJ Habibie melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat. Menerima gelar diploma insinyur pada 1960 dan gelar doktor insinyur pada 1965 dengan predikat summa cum laude.

Bukan hanya soal kejeniusannya di bidang pendidikan dan juga mengenai kebijakannya di pemerintahan BJ Habibie banyak dikagumi masyarakat karena cinta nya kepada pasangannya Hasri Ainun Besari.

Kisah cinta BJ Habibie dan Ainun banyak memberikan inspirasi tentang arti kasih sayang dan tentang arti saling menghargai sebagaimana dikutip harianmemokepri.com di kanal youtube Nadia Omara pada 25 Februari 2023.

Baca Juga: Ameena Hana Nur Atta Dapat Kado Emas dengan Harga Fantastis Cek Info Selengkapnya

BJ Habibie dan Ainun sudah saling mengenal saat usia 12 tahun. Mereka bersekolah di SMA yang sama. Keduanya dikenal sebagai siswa dan siswi yang cerdas.

BJ Habibie adalah kakak kelas Ainun, satu tingkat di atas Ainun. Walau sering dijodohkan oleh teman-teman sekolahnya, namun Habibie muda rupanya masih belum memiliki ketertarikan pada lawan jenis. Begitu pun dengan Ainun.

Baca Juga: Mohammad Khanafi Punggawa Persik Kediri Jadi Perbincangan Hangat Saat Menghadapi RANS Nusantara FC

Setelah lulus SMA, BJ Habibie sempat menempuh pendidikan jurusan teknik mesin di Institut Teknologi Bandung. Namun tak sampai satu tahun, BJ Habibie pergi meninggalkan Indonesia karena memilih untuk berkuliah di Jerman sementara Ainun berkuliah di Universitas Indonesia (UI).

Ketika pulang ke Indonesia, BJ Habibie dan Ainun pun kembali dipertemukan, seolah alam memang mendukung atas perjodohan keduanya. Pertemuan keduanya pun membuat Habibie terkejut saat melihat perubahan Ainun setelah tumbuh dewasa, bagi BJ Habibie Ainun begitu memesona.

Hubungan Habibie dan Ainun yang semakin dekat pun berlanjut hingga ke jenjang pernikahan. Pada tanggal 12 Mei 1962, Habibie menikahi Ainun di Rangga, Malela, Kota Bandung. Setelah resmi menikah, Ainun ikut ke Jerman karena suaminya harus menyelesaikan pendidikan S3.

Cobaan berat pasangan ini dilalui ketika Ainun dinyatakan menderita kanker ovarium pada tahun 2010. Bahkan ketika sempat menjalani perawatan eksklusif di Jerman, BJ Habibie selalu setia mendampingi sang Istri.

Baca Juga: Ini Penjelasan Hotman Paris Ketika Dirinya di Usir Dari Persidangan Irjen Teddy Minahasa

Kala itu, BJ Habibie menunggu dengan setia di rumah sakit dengan didampingi kedua anaknya. Rasa cemas memenuhi dada ketiganya. Mereka seperti berharap ada kabar indah, seluruh keluarga berdoa kondisi Ainun bisa segera membaik namun kenyataannya berbanding terbalik.

BJ Habibie dan Ainun harus terpisah untuk selamanya, Ainun meninggal dunia pada 22 Mei 2010 di Klinikum Großhadern, München, Jerman. Tangis itu pun pecah, bukan hanya keluarga, Indonesia pun berduka karena kepergian Ainun, mantan Ibu Negara Republik Indonesia ketiga.

Kepergiaan sang Istri tentu membuat BJ Habibie merasa terpukul apalagi keduanya sudah bersama kurang lebih selama 48 tahun. Setelah Ainun meninggal dunia, cinta BJ Habibie tak pernah berhenti karena dirinya selalu mendoakan dan mengunjungi makam Ainun.

Baca Juga: Berikut Fakta Terkini Nagita Slavina Pakai Hijab Cantik Anggun

Setiap hari Jumat, BJ Habibie atau ajudannya selalu rutin datang ke makam sang Istri di Taman Makam Pahlawan Kalibata dengan membawa bunga sedap malam yang menjadi bunga kesukaan Ainun. Selain itu ia juga selalu menaruh hijab Ainun di bawah bantalnya saat sedang tidur.

Kini salah satu putra terbaik bangsa ini, BJ Habibie telah berpulang menemui Sang Pencipta dan kembali bertemu belahan jiwanya. Semoga segala prestasi dan kenangan manis dari kisah cinta sejati dari pasangan BJ Habibie dan Ainun bisa menjadi inspirasi tersendiri bagi kita semua.***