HARIANMEMOKEPRI.COM – Pemanfaatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di Provinsi Kepulauan Riau terus mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa waktu terakhir.

Pemerintah daerah bersama Bank Indonesia kini fokus mendorong peningkatan jumlah pengguna aktif guna memperluas manfaat transaksi digital di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam High Level Meeting (HLM) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah yang berlangsung di Tanjungpinang, Kamis (16/4/2026).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau, Rony Widijarto, mengungkapkan bahwa pertumbuhan QRIS di Kepri tidak hanya terlihat dari meningkatnya jumlah transaksi, tetapi juga dari sisi merchant dan pengguna yang terus bertambah.

“Trennya sangat positif. Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana meningkatkan pengguna aktif agar QRIS benar-benar menjadi alat transaksi utama masyarakat,” ujar Rony.

Menurutnya, percepatan digitalisasi melalui QRIS dapat memperkuat ekosistem ekonomi digital sekaligus meningkatkan akuntabilitas transaksi keuangan di daerah.

Sementara itu, Asisten Direktur BI Kepri, Husni Mapain, menyoroti masih adanya kendala dalam optimalisasi penggunaan sistem pembayaran digital.

Ia menjelaskan, penurunan indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) pada 2025 di beberapa wilayah menjadi indikasi bahwa pemanfaatan kanal digital belum berjalan maksimal.

“Infrastruktur sudah memadai, tetapi pemanfaatannya belum optimal. Oleh karena itu, edukasi dan literasi digital kepada masyarakat harus terus ditingkatkan,” jelas Husni.

Pemerintah Provinsi Kepri sendiri menyatakan komitmennya untuk memperluas implementasi QRIS, termasuk dalam pembayaran pajak dan retribusi daerah, serta memperkuat kolaborasi dengan sektor perbankan.

Melalui langkah tersebut, diharapkan adopsi QRIS di Kepulauan Riau semakin meluas dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.