“Mereka bukan hanya berjualan, tapi sudah bertransformasi digital. Dari pemasaran, layanan, hingga sistem manajemen, semuanya berbasis teknologi,” ungkap Rahmat.

Menurutnya, pertumbuhan sektor ekonomi kreatif menandakan masyarakat Tanjungpinang semakin mandiri dan inovatif.

UMKM kini tak sekadar bertahan di tengah perlambatan ekonomi nasional, tetapi juga menjadi motor utama penggerak ekonomi kota.

Pendiri D’Sayur, M. Sadmi Alqayum, menjelaskan bahwa pembukaan cabang baru dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk segar berkualitas dan mendukung pemasaran produk UMKM lokal.

“Kami ingin masyarakat mudah mendapatkan bahan segar tanpa harus ke pasar pagi. D’Sayur juga menjadi wadah bagi produk lokal agar lebih dikenal,” ujarnya.

Gerai baru D’Sayur menghadirkan beragam kebutuhan rumah tangga  mulai dari sayur dan buah segar, hasil laut, santan, hingga bumbu siap pakai. Semua disajikan dengan konsep ritel modern yang efisien dan nyaman.

Rahmat Nasution menambahkan, media memiliki peran penting dalam memperkuat promosi dan citra positif pelaku UMKM.