HARIANMEMOKEPRI.COM — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam, Nuryanto, mengapresiasi semua pihak dalam penanganan stunting. Pasalnya, Batam mampu mempertahankan gelarnya sebagai kota terbaik dalam penanganan masalah stunting di Kepulauan Riau.
Hal ini terungkap dalam temu kerja Tim Penanganan Stunting di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (03/2023).
Nuryanto mengapresiasikan dan mengucapkan selamat atas penghargaan yang telah diraih Kota Batam. Ia berharap apa yang sudah dicapai tersebut, bisa semakin dipertahankan bahkan ditingkatkan.
“Saya mewakili DPRD Kota Batam mengucapkan selamat kepada Pemerintah Kota Batam atas penghargaan yang sudah diraih. Dan kinerja ini, kiranya dapat dipertahankan bahkan terus ditingkatkan penanganan masalah stunting di Kota Batam dapat dilaksanakan dengan integrasi dan kolaborasi ya baik,” kata dia.
Cak Nur, sapaan akrabnya, menegaskan, masalah kekurangan gizi di Indonesia termasuk dalam kategori cukup tinggi.
“Masalah gizi kurang masih menjadi perhatian utama di berbagai negara, terutama Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018 angka prevalensi stunting Indonesia sebesar 30.8 persen” katanya.
Untuk itu, perlunya penanganan stunting kiranya dilakukan secara bersama-sama dan terkoordinasi sehingga bisa menghasilkan generasi yang baik.

