HARIANMEMOKEPRI.COM – Proyek rehabilitasi saluran irigasi di Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, kini hampir tuntas.

Program yang digulirkan pemerintah pusat ini diharapkan mampu menjadi nafas baru bagi para petani di wilayah perbatasan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Konsultan pengawas proyek, Dedi Susanto Dulai, menyebutkan progres pembangunan hingga pertengahan Oktober telah mencapai 84 persen. Ia optimistis pekerjaan akan selesai sesuai target.

“Pekerjaan tinggal 16 persen lagi. Kalau cuaca mendukung, pertengahan Desember nanti semuanya sudah rampung, termasuk tahap finishing,” ujar Dedi saat ditemui di lokasi proyek, Rabu (15/10/2025).

Menurutnya, proyek ini memiliki masa kontrak hingga akhir Desember 2025. Sejauh ini, seluruh tahapan berjalan lancar meski sempat menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan.

“Tantangan utama ada pada akses dan ruang gerak alat berat karena proyek berada di jalan umum. Tapi kami tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan dengan menempatkan petugas khusus di setiap alat berat,” jelas Dedi.

Ia menambahkan, selain kualitas pekerjaan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga menjadi perhatian utama di lapangan.

“Kami selalu mengingatkan para pekerja untuk disiplin mengikuti arahan pengawas dan menjaga keamanan. Tujuannya agar hasil proyek ini benar-benar maksimal dan bisa bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Rehabilitasi saluran irigasi ini diharapkan dapat memperlancar distribusi air ke lahan pertanian di Desa Bukit Padi.

Dengan demikian, produktivitas pertanian akan meningkat dan ekonomi masyarakat semakin kuat.

Program ini juga menjadi bukti nyata komitmen pemerintah pusat dalam mewujudkan visi Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah perbatasan.

“Pembangunan tidak boleh berhenti di kota besar saja. Desa-desa di ujung negeri seperti Bukit Padi juga berhak merasakan dampaknya,” tutup Dedi.

Dengan segera rampungnya proyek irigasi ini, para petani di Jemaja Timur menatap masa depan dengan optimisme baru sebuah langkah kecil yang membawa dampak besar bagi kemandirian pangan Indonesia.