HARIANMEMOKEPRI.COM — Puluhan penumpang kapal yang tenggelam di perairan Tarempa, Kepulauan Anambas, berhasil dievakuasi oleh pihak TNI AL.
Pihak Lanal Tarempa yang menerima laporan kejadian tersebut segera melakukan pencarian dan penyelamatan (SAR) serta evakuasi korban.
Danlanal Tarempa, Letkol Laut (P) Ari Sukmana, memerintahkan Pasintel dan Pasops untuk menerjunkan unsur Patkamla Tarempa dan RHIB agar proses SAR dapat berjalan cepat dan maksimal pada Jumat (26/07/2024).
“Pasintel bersama Pasops dan dokter BP Lanal Tarempa turun langsung untuk mengendalikan proses SAR dan mengevakuasi semua korban kecelakaan laut di perairan Tarempa,” ujarnya.
Danlanal Tarempa menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan saat pelaksanaan SAR dan evakuasi korban, mengingat waktu yang menjelang malam. Setiap personel yang melaksanakan SAR dan evakuasi harus dilengkapi dengan alat pelampung.
Proses SAR dan evakuasi yang dimulai dari pukul 17.20 WIB hingga 20.15 WIB berhasil mengevakuasi semua korban, sebanyak 40 orang penumpang.
Dengan rincian, korban meninggal dunia berjumlah 3 orang, korban kritis 1 orang, dan korban selamat sebanyak 36 orang.
Sementara itu, Kepala BP Lanal Tarempa bersama Bakes berjibaku melaksanakan penanganan pertama dari proses evakuasi korban di laut hingga dievakuasi ke RSUD Tarempa.
Pasintel Lanal Tarempa menyampaikan bahwa proses SAR dan evakuasi korban kecelakaan laut oleh tim Lanal Tarempa berjalan maksimal, aman, dan lancar.
“Saat ini, semua korban, baik yang telah dinyatakan meninggal, kritis, maupun yang selamat, sedang ditangani oleh RSUD Tarempa,” terang Pasintel.

