HARIANMEMOKEPRI.COM — Kebakaran mengejutkan terjadi di Pelabuhan Belibak, Kecamatan Palmatak, pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Sebuah pompong nelayan milik Sabran, warga setempat, hangus terbakar saat kapal tersebut sedang bersandar dan tidak digunakan selama dua hari terakhir.
Menurut Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Palmatak, Yupin, dugaan sementara api berasal dari konsleting aki dan baterai pada mesin pompong.
Api dengan cepat membesar, merusak seluruh bagian kapal hingga menyebabkan kerugian total.
“Kebakaran ini sangat memukul nelayan yang mengandalkan pompong sebagai alat utama mencari nafkah,” ujar Yupin saat dihubungi via telepon.
Dua pompong lain yang berdekatan juga terkena dampak kebakaran, namun tidak separah pompong milik Sabran.
Warga sekitar pelabuhan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya hingga api dapat dikendalikan beberapa jam kemudian. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Kerugian materi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, yang tentu sangat berdampak pada kehidupan keluarga nelayan.
Oleh karena itu, Yupin mendesak pemerintah dan pihak terkait agar segera memberikan bantuan dan dukungan bagi para nelayan terdampak.
“Sarana dan prasarana pendukung nelayan harus diperhatikan, terutama saat mereka menghadapi musibah seperti ini,” ujarnya.
Pembersihan lokasi dan pengecekan kondisi kapal-kapal yang terdampak masih terus dilakukan oleh warga dan nelayan hingga pagi hari.
Pihak berwenang juga diminta melakukan investigasi untuk memastikan penyebab kebakaran sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa.

