HARIANMEMOKEPRI.COM – Polsek Jemaja kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat tidak hanya lewat tugas keamanan, tetapi juga aksi sosial.

Pada Kamis (18/9/2025) pukul 08.30 WIB, jajaran Polsek Jemaja bersama masyarakat melaksanakan Gerakan Bersih-Bersih (GEBER) Rumah Ibadah di Surau Husnul Khatimah, Desa Ulu Maras, Kecamatan Jemaja Timur.

Kegiatan dipimpin langsung Kapolsek Jemaja, AKP Aang Setiawan, S.H, dan diikuti seluruh personel Polsek, termasuk Ps. Kanit Provos Aipda Firmansyah, Ps. Kanit Binmas Bripka Yondrialis, Bhabinkamtibmas, serta Kepala Desa Ulu Maras, Bagus Wibawa.

Dalam aksi ini, personel Polsek bersama warga membersihkan pekarangan surau, mengepel lantai, membersihkan toilet, hingga mengecat ulang dinding yang mulai kusam.

Suasana kebersamaan terlihat jelas, mencerminkan semangat gotong royong yang masih terjaga di masyarakat.

Kapolsek Jemaja menegaskan, kegiatan ini lebih dari sekadar membersihkan rumah ibadah.

“Melalui GEBER, kami ingin menciptakan surau yang bersih, indah, dan nyaman. Selain itu, kegiatan ini mempererat silaturahmi antara Polri dengan masyarakat,” ujar AKP Aang Setiawan.

Program ini telah berjalan selama tiga bulan, dan seluruh kebutuhan bersih-bersih serta pengecatan dibiayai secara swadaya oleh Bhabinkamtibmas Polsek Jemaja.

Inisiatif ini menunjukkan komitmen polisi sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat.

Kepala Desa Ulu Maras, Bagus Wibawa, memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut.

“Surau kami kini lebih bersih dan indah. Yang lebih penting, masyarakat merasa semakin dekat dengan polisi karena mereka turun langsung membantu,” kata Bagus.

Program GEBER Rumah Ibadah menjadi inovasi Bhabinkamtibmas dalam menjawab tantangan kepolisian modern melalui pendekatan humanis.

Kegiatan ini membuktikan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga mitra masyarakat dalam menjaga lingkungan dan keharmonisan sosial.

Dengan kegiatan ini, Surau Husnul Khatimah diharapkan semakin terawat dan nyaman untuk ibadah.

Lebih luas lagi, kerja sama antara Polri, tokoh agama, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi bisa menghadirkan solusi bagi lingkungan sekitar.