HARIANMEMOKEPRI.COM – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas. Sebuah pohon besar tumbang di kawasan Batu Tambun, Desa Tarempa Selatan, pada Minggu (19/10/2025).

Pohon tersebut melintang dan menutupi area Daerah Aliran Sungai (DAS). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas menerima laporan dari warga setempat pada Senin pagi sekitar pukul 08.45 WIB.

Setelah mendapat laporan, tim BPBD langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan kaji cepat bersama perangkat desa dan masyarakat.

“Begitu laporan masuk, tim langsung kami arahkan ke lokasi. Setelah koordinasi bersama warga setempat, evakuasi dilakukan keesokan harinya untuk memastikan proses berjalan aman,” ujar Abdul Halim, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas.

Proses evakuasi dimulai pada Selasa pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Petugas BPBD bersama warga bergotong royong menyingkirkan batang dan ranting pohon yang menutupi area DAS agar aliran air kembali normal. Dalam waktu singkat, pembersihan selesai dan situasi dinyatakan aman.

Dari hasil pengamatan di lapangan, pohon tumbang akibat angin kencang dan kondisi batang yang sudah rapuh. Beberapa hari terakhir, wilayah Anambas memang dilanda hujan deras disertai hembusan angin kuat, terutama di kawasan pesisir.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, Madison membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk memastikan penanganan dilakukan dengan cepat dan aman.

“Kami sangat mengapresiasi respon cepat warga yang melapor dan ikut membantu proses pembersihan. Kolaborasi seperti ini sangat penting dalam penanganan bencana,” ujar Madison.

Madison menambahkan, meski tidak ada korban jiwa, satu gudang milik warga sempat tertimpa ranting pohon dan mengalami kerusakan ringan.

BPBD memastikan seluruh puing telah dibersihkan dan area sekitar aman dari potensi bahaya susulan.

Melihat kondisi cuaca yang masih tidak menentu, BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi angin kencang dan hujan lebat, terutama bagi nelayan dan warga yang beraktivitas di laut.

“Kami minta warga selalu memantau informasi cuaca dari BMKG sebelum melaut. Untuk rumah di pesisir pantai, harap tetap waspada karena angin kencang dan gelombang tinggi masih berpotensi terjadi di perairan Anambas,” pesannya.

Selain itu, masyarakat di area daratan juga diimbau memangkas ranting pohon yang terlalu rimbun di sekitar rumah serta segera melapor kepada petugas jika terjadi pohon tumbang atau longsor di wilayahnya.

Saat ini, BPBD Anambas bersama BMKG terus melakukan pemantauan cuaca dan berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) di seluruh kecamatan guna memperkuat sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan.

Situasi di Desa Tarempa Selatan kini dilaporkan sepenuhnya terkendali berkat kerja sama cepat antara petugas dan masyarakat.