Ia juga menegaskan bahwa ASN harus memperkuat jati diri sebagai pelayan masyarakat dan bukan untuk dilayani. ASN dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, sekaligus adaptif terhadap perubahan global dan kemajuan teknologi informasi.
“KORPRI harus menjadi motor profesionalisme ASN dalam menjalankan tugas sebagai perancang kebijakan, pelaksana layanan publik, sekaligus perekat persatuan bangsa,” ujarnya.
Pada momen tersebut, Sahtiar mengajak seluruh anggota KORPRI untuk menerapkan sikap “KORPRI Siaga” melalui Delapan Tekad Kesiapsiagaan, meliputi penguatan persatuan korps, menjaga netralitas dan integritas, meningkatkan profesionalisme, menjunjung nilai kejujuran dan disiplin, kesiapsiagaan bencana, optimalisasi peran dalam pendapatan negara dan daerah, mengawal reformasi birokrasi, serta menjaga nama baik ASN.
Ia berharap peringatan ini menjadi momentum bagi seluruh ASN untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Selamat HUT ke-54 KORPRI. Dengan semangat bersatu dan berdaulat, KORPRI terus menjaga integritas dan profesionalisme menuju Indonesia Maju 2045. KORPRI setia hingga akhir,” tutupnya.

