HARIANMEMOKEPRI.COM – Ketegangan terkait pemilihan Ketua RW 5 di Kelurahan Letung, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, akhirnya mereda.
Setelah sempat menuai protes dari warga, musyawarah di Kantor Camat Jemaja memutuskan untuk membatalkan hasil pemilihan sebelumnya dan menyelenggarakan pemilihan ulang, Jumat (29/8/2025).
Sejumlah warga menilai proses pemilihan sebelumnya kurang transparan. Ketua RT 02, Suherdi (Bujang), mengaku merasa ada ketidakjelasan terkait tata cara pencalonan dan hak pilih.
“Saya baru pertama kali ikut pemilihan RW, tapi setelah selesai terasa janggal. Proses seharusnya terbuka, bahkan ada yang bukan domisili ikut memilih,” ungkapnya.
Tokoh masyarakat RW 5, Abas Abdurahman, menekankan pentingnya keterbukaan agar pemilihan tidak memicu konflik di lingkungan warga.
“Transparansi menjadi kunci agar hasil pemilihan diterima semua pihak. Tidak ingin ada perpecahan,” kata Abas.
Dalam musyawarah dipimpin Plt Lurah Letung Febrina Devi Siregar, pihak Kelurahan mengakui adanya kekeliruan dalam pemilihan awal.
Plt Lurah Letung memutuskan untuk membatalkan hasil sebelumnya dan menyepakati pemilihan ulang sebagai langkah perbaikan.
“Saya menyadari proses sebelumnya perlu diperbaiki. Demi kebersamaan, kami putuskan pemilihan RW 5 akan dilakukan ulang sesuai aturan,” ujar Febrina.
Plt Camat Jemaja, Edison, menegaskan bahwa persoalan ini bukan karena kesalahan individu atau adanya intervensi, melainkan kesalahpahaman terkait aturan Peraturan Bupati yang berlaku dalam pemilihan RT dan RW.
“Ini murni perbedaan pemahaman terhadap aturan. Tidak ada yang salah dan tidak ada intervensi dari pihak manapun,” jelas Edison.
Edison menambahkan, panitia resmi pemilihan ulang akan dibentuk melalui SK Lurah, melibatkan unsur kelurahan, kepala lingkungan, tokoh masyarakat, dan perwakilan RT.
Tahapan pemilihan akan diumumkan secara terbuka agar seluruh warga RW 5 dapat berpartisipasi.
Keputusan ini mendapat sambutan positif dari warga, yang menilai sikap terbuka pemerintah setempat penting untuk menjaga keharmonisan.
“Tidak semua pemimpin mau mengakui kesalahan. Kami menghargai langkah bijak ini karena lebih mengutamakan kepentingan bersama,” kata seorang warga.
Dengan pemilihan ulang, warga RW 5 berharap proses ke depan lebih tertib, transparan, dan demokratis, sekaligus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak dalam menjaga persatuan di Letung.

